RUANG KAJIAN
Menghidupkan semangat belajar, menumbuhkan kecintaan pada ilmu
Kembali Bertaubat Dari Dosa Zina
Oleh : Ery Santika A, S.ST, M.Ag.
Di antara manusia tentunya ada yang pernah melakukan perbuatan dosa, entah itu dosa kecil ataupun dosa besar, dan diantara bentuk dosa besar adalah zina.
Namun Rasulullah mengingatkan bagi orang yang berdosa untuk bertaubat.
كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat. (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi)
Bahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan rahmat-Nya yang luas pun mengajak kembali bertaubat dan memberikan ampunan bagi siapa saja hamba-Nya yang melakukan dosa, sebagaimana dalam firman-Nya :
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ يٰعِبَادِىَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلٰىٓ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)
Berkaitan ayat ini Al Hafidz Ibnu Katsir menjelaskan tafsir ayat ini :
هَذِهِ الْآيَةُ الْكَرِيمَةُ دَعْوَةٌ لِجَمِيعِ الْعُصَاةِ مِنَ الْكَفَرَةِ وَغَيْرِهِمْ إِلَى التَّوْبَةِ وَالْإِنَابَةِ، وَإِخْبَارٌ بِأَنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا لِمَنْ تَابَ مِنْهَا وَرَجَعَ عَنْهَا، وَإِنْ كَانَتْ مَهْمَا كَانَتْ وَإِنْ كَثُرَتْ وَكَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Ayat-ayat ini merupakan seruan kepada segenap para pendurhaka dari kalangan orang-orang kafir dan lain-lainnya agar bertobat dan kembali kepada-Nya. Juga sebagai pemberitahuan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni semua dosa bagi orang yang mau bertaubat kepada-Nya dan meninggalkan perbuatan-perbuatan dosanya, betapapun banyaknya dosa yang telah dilakukannya dan sekalipun banyaknya seperti buih laut. (Tafsir Al Quran Al Adzim – Ibnu Katsir)
Paling penting juga bagi para pendosa adalah menyesali perbuatan dosanya dan berhenti dari perbuatan dosa tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu A’laihi wassalam :
النَّدَمُ تَوْبَةٌ
Penyesalan adalah hakikat taubat (HR. Ahmad)
Adapun berkaitan dengan dosa zina maka ada riwayat dari Maiz bin Malik ketia datang kepada Rasulullah Shallallahu A’alaihi Wassalam mengatakan :
يَا رَسُولَ اللَّهِ طَهِّرْنِي
Wahai Rasulullah, sucikanlah daku.”
Beliau menjawab:
وَيْحَكَ ارْجِعْ فَاسْتَغْفِرْ اللَّهَ وَتُبْ إِلَيْهِ
“Celaka kamu! Pulang dan mintalah ampun kepada Allah, dan bertaubatlah kepada-Nya.”(HR. Muslim)
Maiz melakukan hal ini sampai tiga kali dan jawaban Rasulullah Shallallahu A’alaihi Wassalam masih sama, hingga pengaduan yang ke empat kalinya baru Rasulullah merespon dan menerima pengaduan dari Maiz tersebut.
Ini memberi arti bahwa syarat taubat tidak harus mengaku.
Bahkan di riwayat Ahmad berkaitan kisah Maiz bin Malik diterangkan :
هَلَّا تَرَكْتُمُوهُ لَعَلَّهُ يَتُوبُ فَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَيْهِ
Kenapa tidak kalian biarkan dia, mudah-mudahan ia bertaubat sehingga Allah menerima taubatnya.”
وَاللَّهِ يَا هَزَّالُ لَوْ كُنْتَ سَتَرْتَهُ بِثَوْبِكَ كَانَ خَيْرًا مِمَّا صَنَعْتَ بِهِ
“Demi Allah wahai Hazzal, andai kau menutupinya dengan bajumu, tentu lebih baik dari apa yang kau perbuat terhadapnya.” (HR. Ahmad).
Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolani memberikan pandangan tentang hal ini :
وَيُؤْخَذُ مِنْ قَضِيَّتِهِ : أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ لِمَنْ وَقَعَ فِي مِثْلِ قَضِيَّتِهِ أَنْ يَتُوبَ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى وَيَسْتُرَ نَفْسَهُ وَلَا يَذْكُرُ ذَلِكَ لِأَحَدٍ
Berdasarkan perkara ini (yaitu tentang sahabat Maiz yang mengaku berzina) bahwasanya dianjurkan bagi orang yang terjatuh ke dalam perkara zina, agar bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menutupi kesalahan dirinya sendri, dan tidak menceritakan hal tersebut kepada siapapun….(Fathul Bari).
Imam As Syafi’i juga menyatakan :
أُحِبُّ لِمَنْ أَصَابَ ذَنْبًا فَسَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ أَنْ يَسْتُرَهُ عَلَى نَفْسِهِ وَيَتُوب…
Saya menyukai bagi orang yang pernah terjerumus melakukan perbuatan dosa, maka dosa itu dirahasiakan Allah, agar dia merahasiakan dosanya pula dan bertaubat kepada Allah…..(Fathul Bari)
Imam Malik juga meriwayatkan :
أَيُّهَا النَّاسُ، قَدْ آنَ لَكُمْ أَنْ تَنْتَهُوا عَنْ حُدُودِ اللَّهِ، مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا، فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ فَإِنَّهُ مَنْ يُبْدِي لَنَا صَفْحَتَهُ نُقِمْ عَلَيْهِ كِتَابَ اللَّهِ
Wahai para manusia, sungguh telah sampai waktunya kalian untuk berhenti (melakukan pelanggaran terhadap) larangan-larangan Allah. Barangsiapa terjerumus pada perbuatan kotor ini (zina) maka hendaknya dia menutupinya dengan perlindungan Allah, Barangsiapa memberitahukan perbuatannya kepada kami, maka akan kami tegakkan atasnya hukum Allah.” (Al Muwatho)
Dari keterangan – keterangan di atas, maka diantara bentuk pertaubatan dari dosa zina adalah menyesal kemudian berhenti dari perbuatan zina tersebut serta bertaubatlah dengan sungguh – sungguh, iringi dengan amal shalih, dan jangan ceritakan dosa zina kepada siapapun sampai mati, mengingat sabda Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassalam :
كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ
“Setiap umatku dimaafkan (dosanya) kecuali orang-orang menampak-nampakkan (dosa) dan sesungguhnya diantara menampak-nampakkan (dosa) adalah seorang hamba yang melakukan amalan di waktu malam sementara Allah telah menutupinya kemudian di waktu pagi dia berkata: ‘Wahai fulan semalam aku telah melakukan ini dan itu, ‘ padahal pada malam harinya (dosanya) telah ditutupi oleh Rabbnya. Ia pun bermalam dalam keadaan (dosanya) telah ditutupi oleh Rabbnya dan di pagi harinya ia menyingkap apa yang telah ditutupi oleh Allah’.”(HR. Bukhori & Muslim)
Wallahu A’lam…
✌🏻 Silahkan share tanpa perlu izin, wajib cantumkan nama penulis aslinya dan alamat sumber web ErySantika.com serta dilarang mengubah isinya, semoga bermanfaat

